0

SISTEM BERKAS (pertemuan 7)

Posted by Jalan Semut on 14.12
QUIS SOAL C



0

SISTEM BERKAS (pertemuan 6)

Posted by Jalan Semut on 13.52

Organisasi File Sequensial

Definisi File Sequential
Organisasi berkas sequential adalah suatu cara atau teknik untuk menyimpan dan mengorganisasikan record-record dalam sebuah berkas.
Organisasi sequential merupakan proses dalam system berkas yang mengakses data secara berurut (ordered file).
Setiap record pada file sequensial memiliki jumlah atribut, nama atribut, urutan atribut, tipe dan panjang field atribut yang sama.
Record-record pada file sequensial diurutkan berdasarkan key tertentu.
Key adalah identifikasi unik dari record yang digunakan untuk membedakan satu record dengan record lainnya.
Dengan adanya key, maka bisa dilakukan proses pengurutan yang mengakibatkan waktu akses yang semakin cepat.

Karakteristik File Sequential
  • Atribut-atribut data dikategorikan. Record berisi semua nilai data atribut dengan urutan dan posisi yang sama.
  • Record-record data terurut dalam satu aturan/kriteria tertentu.
  • Nama atribut tidak perlu ditulis di tiap record.
  • Setiap record mempunyai data atribut dalam urutan yang sama.
Komponen File Sequential
  • Master File (file utama atau file data)
  • File transaction log berstruktur pile
Pada file sekuensial, data yang tersimpan dalam file utama, merupakan data yang sudah terurut.
Sedangkan file transaksi pada file sekuensial merupakan data yang belum terurut.
Konsep Penting File Sequential
  • Penentuan urutan record digunakan “kunci” record, yaitu atribut kunci.
  • “Kunci” berupa satu atribut atau lebih. (kunci harus unik).
  • Record-record dikelola/dijaga berdasar atribut-atribut kunci.
Struktur dan Pengaksesan
Struktur
  • Satu deskripsi tunggal diterapkan ke semua record di file sekuen. Semua record identik.
  • Jika terdapat penambahan atribut baru ke record, seluruh file harus di reorganisasi, yaitu: setiap record ditulis ulang dengan ruang kosong (space) untuk item data baru.
  • Bentuk record tetap (fixed record) mempermudah pengaksesan.
Implementasi
  • Sebutan file sekuen adalah bila file memenuhi kriteria file sekuen, yaitu record-record data diurut dalam satu sekuen/aturan tertentu.
  • Terdapat dua implementasi utama file sekuen, yaitu :
  1. Record-record di link satu dengan lainnya seperti linked-list secara terurut.
  2. Record-record di simpan terurut secara fisik. Implementasi ini meminimalkan pengaksesan blok sehingga meningkatkan kinerja pengaksesan sekuen. Pada analisis, implementasi yang digunakan.
Penyisipan
  • Penyisipan dilakukan di file pile, disebut file log transaksi (transaction log file) atau file overflow. Penyisipan di file log dilakukan sampai ukuran file pile berukuran besar.
  • Pembaruan secara batch dilakukan saat reorganisasi file.
Mekanisme Reorganisasi
  • File log transaksi diurut (sort) berdasar atribut kunci.
  • Dilakukan penggabungan (file utama dan file log transaksi yang terurut) menjadi file sekuen baru.
Analisis Kinerja File Sequensial
Ukuran Record (R) Rumusnya R= a.V
  • a  :  jumlah atribut  (field) pada satu record
  • V  :  panjang rata-rata nilai atribut (byte)
Waktu Pengambilan Record Tertentu (TF)
  • Pencarian menggunakan atribut non-kunci
Belum ada file log.
TF  =  ½ waktu pencarian blok
TF  =  ½ b.(B/t`) = ½ n.(R/t`)
  • b = jumlah blok
  • b = n/Bfr
Sudah ada file log
TFO  =  ½ o.R/t`
TF  =  ½ (n+o)R/t`

Pencarian menggunakan atribut kunci (pencariaan biner)
Belum berbentuk log

Sudah berbentuk log

Waktu Pengambilan Record Berikutnya (TN)
TN  =  waktu transfer 1 blok × peluang ditemukannya record dalam blok yang sama

Waktu Penyisipan Record Baru (TI)
Cari, geser, sisip

Memakai log file

Waktu Pembaruan Record (TU)
Bukan kunci

Terhadap kunci: cari record, hapus record, sisipkan record

Waktu Pembacaan Seluruh Record (TX)

Waktu Reorganisasi File (TY)
Contoh Soal dan Pembahasannya


0

SISTEM BERKAS (pertemuan 5)

Posted by Jalan Semut on 13.38

Organisasi Pile

Definisi
Organisasi file adalah suatu teknik atau metode yang digunakan untuk menyatakan dan menyimpan record-record dalam sebuah file.
  • File pile atau disebut dengan file tumpukan merupakan salah satu struktur dasar dari struktur file .
  • Record-record pada pile dikumpulkan berdasarkan kedatangannya.
  • Panjang record dalam suatu pile tidak harus tetap dan tidak diperlukan atribut-atribut yang sama untuk setiap record
Penggunaan Pile
  • File-file system
  • File log (mencatat kegiatan)
  • File-file penelitian/medis
  • File teks
Kinerja Pile
Kepadatan pile dipengaruhi dua faktor, yaitu:
  • Perlu penyimpanan nama-nama atribut dan nilainya.
  • Data yang tidak ada tidak perlu dipertimbangkan sama sekali.
Record Size (R) adalah:  R = a’(A+V+2)
Dimana :
  • a’ = rata-rata jumlah atribut
  • A = ukuran rata-rata atribut (field)
  • V = ukuran rata-rata nilai
  • 2 = nilai separator/ konstanta untuk pemisah antar field dan antar record
Waktu Pengambilan Record Tertentu (TF)
Waktu untuk menemukan lokasi record pada pile adalah lama, karena semua record harus ditelusuri sampai menemukan lokasi satu item data.
Pencarian data harus dilakukan secara serial dimana setiap blok dibaca satu persatu sampai record yang dicari ditemukan.
Fetch Record (TF) adalah:   TF= 1/2n (R/t’)
Dimana :
  • n  = jumlah record
  • R   = ukuran record
  • t’  = bulk transfer time
Waktu Pengambilan Record Berikutnya (TN)
Karena tidak ada pengurutan record pada pile, maka record penerus (successor record) berdasarkan kriteria tertentu dapat berada di sembarang lokasi.
Karena posisinya tidak diketahui, menemukan record penerus sama dengan record tertentu.
Next Record (TN) adalah TN = TF

Waktu Penyisipan Record (TI)
Penyisipan record dilakukan di akhir file.
Mekanisme Penyisipan record adalah:
  • Cari akhir file (EOF=End-of-File), diperlukan waktu sebesar seek time (s)
  • Cari sector yang tepat, diperlukan waktu sebesar rotational latency (r)
  • Lakukan transfer data, diperlukan waktu sebesar btt
  • Read/Write blok data, diperlukan waktu sebesar TRW
TI = s + r + btt + TRW

Waktu Pembaruan Record (TU)
1. Mencari posisi record yang diperbarui.
2. Memeriksa apakah ukuran tempat record masih memenuhi syarat yaitu:
  • Bila ukuran record baru = record lama, maka dilakukan penimpaan record (dilakukan penghapusan dan dituliskan di tempat itu).
TU = TF + TRW
  • Bila ukuran record baru > record lama, maka dilakukan penghapusan dan penyisipan record baru di akhir file.
TU = TF + TRW + TI
 
Waktu Pembacaan Seluruh Record (TX)
Mekanisme pembacaan seluruh record pada file pile dilakukan secara sekuensial yaitu : dibaca secara terurut dari record awal sampai record yang terakhir.

TX = 2 TF = n (R/t’)

Waktu Reorganisasi File (TY )
Jika pembaruan (update) pile dilakukan dengan penandaan, maka perlu penghilangan record-record tak valid secara periodik sehingga file menjadi ringkas dan mempercepat operasi akses/ pengambilan.
Reorganisasi dilakukan dengan pengkopian file dengan mengecualikan record-record yang ditandai sebagai dihapus dan memblocking kembali record-record.

TY = (n+o) (R/t’) + (n+o-d) (R/t’)
  • O = n insert
  • d = n delete
Contoh Soal dan Pembahasannya



0

SISTEM BERKAS (pertemuan 4)

Posted by Jalan Semut on 13.09

Parameter Penyimpanan Sekunder

Definisi
Parameter penyimpan sekunder merupakan waktu yang dibutuhkan untuk membaca dan menulis pada disk.
Parameter  penyimpanan sekunder, di antaranya:
  • Waktu akses acak (random access time)
  • Rate transfer data (transfer data rate)
Waktu Akses Acak (random access time) yaitu waktu rata-rata yang diperlukan head untuk mencapai (menemukan) posisi dari item data yang diinginkan (secara acak).
Pengaksesan item data memerlukan kerja berikut:
  • Pencarian lokasi/posisi penyimpanan
  • Waktu untuk transfer data
Pencarian Lokasi/Posisi Penyimpanan
Waktu tunda akses (access delay time) adalah waktu yang diperlukan untuk operasi pencarian lokasi penyimpanan. Waktu tunda akses acak ditentukan parameter berikut:
  • Seek time : Waktu pergerakan head untuk mencapai track atau silinder lokasi data. Rumusnya : S = Sc + δi
    Dimana:
    • Sc= Waktu start-up
    • Si = Jarak yang dilalui
  • Latency (rational latency)
    Waktu yang dibutuhkan head untuk menunggu putaran disk sehingga blok data yang dituju tepat di depan head (milisecond). Rumusnya: Contoh : Suatu hardisk berkecepatan putar 5000 rpm
    Berapa Rotational Latency pada hardisk tersebut?
    Jawab :
    r = 1/2 * ((60 * 1000)/5000
    = 1/2 *(60000)/5000
    = 1/2 * 12 = 6 detik
Transfer Rate
Yaitu kecepatan transfer data dari main memory ke secondary memory atau sebaliknya.
Waktu pembacaan atau penulisan bergantung:
  • Ukuran blok data
  • Data transfer rate perangkat penyimpanan
Blocking
Yaitu unit data yang di transfer. Blokcing adalah penempatan beberapa record dalam satu block, panjang record menentukan metode blocking.
Ukuran Block
Beberapa pertimbangan penentuan ukuran blok antara lain:
  • Ukuran block tetap menurunkan kompleksitas program
  • Ukuran block tetap untuk beragam perangkat berbeda dapat memboroskan ruang penyimpanan
  • Ukuran block dapat mempengaruhi kinerja sistem file
  • 4.Ukuran block besar dapat mengakibatkan data yang dipindahkan banyak yang tidak diperlukan ketika hanya diperlukan satu record dan memerlukan memori yang besar
  • Ukuran block kecil berarti pembacaan berulang-ulang untuk data besar
Penempatan record-record ke blok di sebut blocking. Penyimpanan cara ini bertujuan:
  • Meningkatkan kecepatan pengambilan record saat terjadi proses.
  • Menghemat tempat penyimpanan.
Metode Blocking
Metode blocking ada 3, yaitu:
  • Fixed Blocking
  • Variable Length Spenned Blocking
  • Variable Length Unspanned Blocking
Fixed Blocking
Jumlah record pada suatu blok sama dengan jumlah record pada blok yang lainnya.
Keuntungan:
  • Sederhana
  • Memungkinkan pengaksesan acak
Kerugian: dapat terjadi pemborosan di tiap block
Rumusnya: Bfr = B/R
Dimana: B = ukuran Blok dan R = ukuran Record

Variable Length Spanned Bloking
  • Block berisi record-record dengan panjang tidak tetap.
  • Jika satu record tidak dapat dimuat di satu block, sebagian record disimpan di block lain.
  • Panjang record dapat lebih besar dari block size.
  • Tidak ada ruang yang terbuang karena blocking, tapi sulit untuk diimplementasikan.
  • Record yang berada pada 2 block memerlukan waktu yang lebih lama dalam pembacaannya.
Rumusnya:
Bfr = (B – P) / (R + P)
Dimana:
  • P = Ukuran pointer block
  • B = Ukuran block
  • R = Ukuran record
Variable Length Unspanned Bloking
  • Block berisi record-record dengan panjang tidak tetap.
  • Setiap record harus dimuat di satu block (tidak di potong-potong atau direntangkan ke block lain)
  • Hanya record utuh ditempatkan pada satu block
  • Pemborosan terjadi karena record tidak ditempatkan bagi sisa block maka record di tempatkan pada block berikutnya.
  • Panjang record tidak boleh lebih panjang dibanding panjang block
Rumusnya:
Bfr = (B – 1/2 R) / (R + P)
Dimana:
  • P = Ukuran pointer block
  • B = Ukuran block
  • R = Ukuran record
Pemborosan Ruang
  • Besar ruang yang tidak digunakan untuk menyimpan data
  • Diukur berdasarkan relatif terhadap record (per record) pemborosan dibagi menjadi 2 yaitu:
Pemborosan karena GAP
Rumusnya : WG = G / Bfr
Pemborosan karena Blok
Rumusnya : WR = B / Bfr
  • Pemborosan ini mempengaruhi pencarian/pengaksesan
  • Pemborosan untuk Fixed BlockingW= WG + WR
  • Pemborosan untuk Spanned Bloking
  • W= P + (P+G) / Bfr
  • Pemborosan untuk Unspanned Bloking
  • W= P + (½R+G) / Bfr
Perhitungan Transfer Rate
Konsep Transfer Rate adalah:
  • Transfer Rate  adalah kecepatan data pada saat di transfer
  • Transfer diukur dengan satuan byte/detik, Kbyte/detik atau Mbyte/detik.
  • Pada disk, transfer rate bergantung kecepatan rotasi dan kepadatan rekaman.
  • Terdapat 2 pengukuran utama yang bergantung , transfer rate , yaitu: 1.Record transfer time (TR). Waktu untuk transfer record dengan panjang record R.
    TR = R/t
    2.Block transfer time (btt). Waktu untuk transfer satu blok data.
    Btt = B/t
Bulk Transfer Time
Adalah transfer rate yang memperhatikan adanya selang waktu ketika gap-gap dan area non data dilalui. Untuk pembacaan data besar yang terdiri dari beberapa blok didefinisikan dengan Bulk transfer time ( t’ )
t’ = (t/2) * {R/(R+W)}
Seperti yang terlihat dari rumus, Bulk transfer time ( t’ ) bergantung pada:
  • Efek dari gap
  • Efek dari blocking
Buffer
Adalah daerah kerja di memori untuk penyimpanan blok sementara. Diperlukan manajemen buffer agar dapat memaksimalkan kinerja penyimpanan sekunder dan menjaga pemakaian pemroses.

Contoh Soal dan Pembahasan








0

SISTEM BERKAS (pertemuan 3)

Posted by Jalan Semut on 11.40
LIBUR BROOO

0

SISTEM BERKAS (pertemuan 2)

Posted by Jalan Semut on 11.39

Media Penyimpanan (Memori)

1. Media Penyimpanan
  • Definisi 
Computer Data Storage (Penyimpanan Data Komputer) adalah media yang digunakan dengan fungsi untuk menyimpan berbagai macam data digital yang tersedia pada perangkat komputer dengan waktu tertentu sehingga dapat dibaca dan dibuka kembali untuk diproses ulang pada perangkat. Memori komputer dapat diklasifikasikan menjadi dua jenis: Memori primer dan Memori Sekunder.
  • Memori Primer
Memori primer (juga disebut memori utama), digunakan untuk akses langsung data oleh prosesor. Sementara penyimpanan memori utama menunjukkan kemampuan proses yang lebih cepat, sangat mahal dan karenanya tidak sebagian besar digunakan untuk penyimpanan data. Kebanyakan sistem komputer di seluruh dunia menggunakan memori utama hanya untuk proses bootstrapping dengan tujuan tertentu, dan menggunakan perangkat memori sekunder untuk tujuan penyimpanan data pribadi.
Memori utama dapat dibagi menjadi dua jenis – Random Access Memory (RAM) dan Read Only Memory(ROM). RAM mempertahankan isinya selama listrik menyala. Sebuah chip RAM digunakan sebagai memori utama di kebanyakan komputer saat ini. Namun, komputer lama (di era 80-an) menggunakan perangkat ROM (disket, pita magnetik, tetapi lebih menonjol disket) sebagai mekanisme memori utama.
  • Memori Sekunder
Seperti halnya memory primer yang memiliki fungsi sendiri, memory sekunder berfungsi sebagai media penyimpanan data karena sifatnya yang non volatile atau tidak terpengaruh oleh ada tidaknya sumber listrik. Kecepatan memory sekunder lebih lambat daripada memory primer, karena tidak berorientasi pada penyelesaian task process.
Perangkat memori sekunder yang populer meliputi hard disk drive, flash drive (pen drive, kartu memori dll), dan zip drive. Beberapa dekade lalu, sebagai ‘komputer pribadi’ (PC) menggunakan disket untuk kalangan pengguna PC. Akhirnya, disket dihilangkah oleh teknologi yang lebih baik – sebuah bentuk kontemporer optik drive yang disebut Compact Disc atau CD. CD datang untuk alternatif penyimpanan yang lebih besar dan kecepatan yang lebih baik dibandingkan dengan disket. DVD akhirnya mengambil alih dari CD, kemampuan mereka untuk menyimpan data hampir 4 kali lebih banyak. Meskipun DVD masih banyak digunakan, perangkat penyimpanan sekunder yang disukai saat ini adalah hard disk drive portabel atau flash drive.
  • Hierarki Memori
Image result for hirarki memori
Hierarki memori disusun berdasarkan :
  1. Waktu akses (semakin ke bawah semakin lambat,semakin ke atas semakin cepat).
  2. Kapasitas (semakin ke bawah semaik besar,semakin ke atas semakin kecil).
  3. Jarak dengan prosessor (semakin ke bawah semakin jauh semakin ke atas semakin cepat).
  4. Harga memori tiap bitnya (semakin ke bawah semakin murah semakin keatas semakin mahal).
2. Magnetic Tape
  • Representasi Data dan Density pada Magnetic Tape
Data direkam secara digit pada media ini sebagai titik-titik magnetisasi pada lapisan ferroksida. Magnetisasi positif menyatakan 1 bit, sedangkan magnetisasi negatif menyatakan 0 bit atau sebaliknya. Tape terdiri atas 9 track, 8 track dipakai untuk merekam data dan track yang ke 9 untuk koreksi kesalahan. Salah satu karakteristik yang penting dari pita magnetic ini adalah density (kepadatan) dimana data disimpan. Density adalah fungsi dari media tape dan drive yang digunakan untuk merekam data ke media tadi. Satuan yang digunakan density adalah bytes per inch (bpi). Umumnya density dari tape adalah 1600 bpi dan 6250 bpi. (bpi ekivalen dengan charakter per inch).
  • Parity dan Error Control pada Magnetic Tape
Salah satu teknik untuk memeriksa kesalahan pada pita magnetik adalah dengan parity check. Jenis-jenis Parity Check adalah :
  1. ODD PARITY (Parity Ganjil), Jika data direkam dengan menggunakan odd parity, maka jumlah 1 bit yang merepresentasikan suatu karakter adalah ganjil. Jika jumlah 1 bitnya sudah ganjil, maka parity bit yang terletak pada track ke 9 adalah 0 bit, akan tetapi jika jumlah 1 bitnya masih genap maka parity bitnya adalah 1 bit.
  2. EVEN PARITY (Parity Genap), Bila kita merekam data dengan menggunakan even parity, maka jumlah 1 bit yang merepresentasikan suatu karakter adalah genap jika jumlah 1 bitnya sudah genap, maka parity bit yang terletak pada track ke 9 adalah 0 bit, akan tetapi jika jumlah 1 bitnya masih ganjil maka parity bitnya adalah 1 bit. 

  • Sistem Block pada Magnetic Tape
Data yang dibaca dari atau ditulis ke media ini dalam suatu grup karakter disebut block. Suatu block adalah jumlah terkecil dari data yang dapat ditransfer antara secondary memory dan primary memory pada saat akses. Sebuah block dapat terdiri dari satu atau lebih record. Sebuah block dapat merupakan physical record. Diantara 2 block terdapat ruang yang disebut sebagai gap (inter block gap). Panjang masing-masing gap adalah 0.6 inch. Ukuran block dapat mempengaruhi jumlah data/record yang dapat disimpan dalam tape.

  • Keuntungan dan Keterbatasan  Penggunaan Magnetic Tape 
Keuntungan:
  1. Panjang record tidak terbatas
  2. Density data tinggi
  3. Volume penyimpanan datanya besar dan harganya murah
  4. Kecepatan transfer data tinggi
  5. Sangat efisiensi bila semua atau kebanyakan record dari sebuah tape file memerlukan pemrosesan seluruhnya
Keterbatasan:
  1. Akses langsung terhadap record lambat
  2. Masalah lingkungan
  3. Memerlukan penafsiran terhadap mesin
  4. Proses harus sequential
3. Magnetic Disk
  • Karakteristik Magnetic Disk
Image result for karakteristik magnetik disk
Karakteristik Fisik Disk Magnetik
  1. Disk Pack adalah jenis alat penyimpanan pada magnetic disk, yang terdiri dari beberapa tumpukan piringan aluminium.
  2. Dalam sebuah pack/tumpukan umumnya terdiri dari 11 piringan. Setiap piringan diameternya 14 inch (8 inch pada mini disk) dan menyerupai piringan hitam.
  3. Permukaannya dilapisi dengan metal-oxide film yang mengandung magnetisasi seperti pada magnetic tape.
  4. Banyak track pada piringan menunjukkan karakteristik penyimpanan pada lapisan permukaan, kapasitas disk drive dan mekanisme akses.
  5. Disk mempunyai 200-800 track per permukaan (banyaknya track pada piringan adalah tetap). Pada disk pack yang terdiri dari 11 piringan mempunyai 20 permukaan untuk mrnyimpan data.
  6. Kedua sisi dari setiap piringan digunakan untuk menyimpan data, kecuali pada permukaan yang paling atas dan paling bawah tidak digunakan untuk menyimpan data, karena pada bagian tersebut lebih mudah terkena kotoran / debu dari pada permukaan yang di dalam. Juga arm pada permukaan luar hanya dapat mengakses separuh data.
  • Representasi Data dan Pengalamatan 
Data pada disk juga di block seperti data pada magnetic tape. Pemanggilan sebuah block adalah banyaknya data yang diakses pada sebuah storage device. Data dari disk dipindahkan ke sebuah buffer pada main storage computer untuk diakses oleh sebuah program. Kemampuan mengakses secara direct pada disk menunjukkan bahwa record tidak selalu diakses secara sequential. Ada 2 teknik dasar untuk pengalamatan data yang disimpan pada disk, yaitu
  1. Metode Silinder : Pengalamatan berdasarkan nomor silinder, nomor permukaan dan nomor record.
  2. Metode Sektor : Setiap track dari pack dibagi ke dalam sektor-sektor. Setiap sektor adalah storage area untuk banyaknya karakter yang tetap. Pengalamatan recordnya berdasarkan nomor sektor, nomor track dan nomor permukaan.
  • Organisasi Berkas dan Metoda Akses pada Magnetic Disk 
Untuk membentuk suatu berkas di dalam magnetic disk bisa dilakukan secara sequential, index-sequential ataupun direct. Sedangkan untuk mengambil suatu data dari berkas yang disimpan dalam disk, bisa dilakukan secara langsung dengan menggunakan direct access method atau dengan sequential access method (secara sequential).
  • Kelebihan dan Kekurangan Magnetic Disk 
Kelebihan:
  1. Penyimpanan data pada media ini bersifat nonvolatile, artinya data yang telah disimpan tidak akan hilang ketika komputer dimatikan.
  2. Data pada media ini dapat dibaca, dihapus dan ditulis ulang.
  3. Media ini mudah digunakan.
Kelemahan:
  1. Musuh utama dari media magnetik seperti disket &loppy dan harddisk ialah jamur dan karat. Karena jamur dan karat ini, maka dayatahan atau umur media ini menjadi pendek.
  2. Media magnetik ini ialah bentuknya yang bergaris-garis(track, sektor), sehingga kecepatan dan kapasitas simpannya termasuk rendah jika dibanding dengan media optic.
4. Optical Disk
  • Pengertian Optical Disk 
Optical Disk adalah media penyimpanan data elektronik yang dapat ditulis dan dibaca dengan menggunakan sinar laser bertenaga rendah.
  • Jenis-jenis Optical Disk 
Optical Disk memiliki banyak jenis. Berikut adalah jenis-jenis optical disk:
  1. CD (Compact Disc atau Laser Optic Disc) merupakan jenis piringan optic yang pertama kali muncul. Pembacaan dan penulisan data pada piringan melalui laser. CD berbentuk lingkaran dengan diameter 120 mm serta memiliki libang ditengahnya yang berdiameter 15 mm. kapasitas penyimpanan CD dapat mencapai 870 Mb yang dapat menyimpan data hingga 99 menit. Contohnya :
    • CD-Rom (Compact Disk read only memory) adalah jenis piringan optic yang mempunyai sifat hanya bisa dibaca. Kapasitas sebuah CD Rom yang berukuran 4,72 inch dapat menampung hingga 640 Mb atau kira-kira 300.000 halamat text.
    • CD-R (CD Recordable) merupakan jenis CD yang dapat menyimpan data seperti halnya disket, namun isinya tidak dapat diubah lagi.
    • CD-RW (CD Writetable) merupakan jenis CD yang dapat menyimpan data namun isinya dapat dihapus dan dapat diganti dengan data yang baru.
  2. DVD (Digital Video Disc / Digital Versatile Disc) adalah merupakan pengembangan dari CD. DVD memiliki kapasitas yang jauh lebih besar dari pada CD biasa, yaitu sekitar 4,7 – 17 GB. Kemampuan DVD dapat dilihat dari jenisnya, yaitu : Single-side, single layer kapasitas 4,7 GB .Double-side, single layer kapasitas 8,5 GB .Single-sided, double layer kapasitas 9,4 GB .Double-sided, double layer kapasitas 17 GB
  3. Blue Ray adalah merupakan format disc optic, yang merupakan perkembangan dari CD dan DVD. Keunggulan dari blu-ray yaitu pada kapasitas lapisan-sided Blu-ray disc, dimana lebih besar 35 kali dari CD dan lebih besar lima kali dari DVD. Kapasitas Blu-Ray disc dual layer memiliki kemampuan menyimpan data sampai dengan 50 Gb per keping.
  4. Fluorescent Multilayer Disk (FM Disk) adalah jenis optical disk yang mampu menampung sampai 140 GB data sekaligus, dengan kecepatan baca data sampai 1 GB per detik. FM Disc berbeda dengan kepingan yang beredar saat ini. Warnanya tidak keperakan atau keemasan, melainkan bening seperti sebuah plastik transparan biasa.

0

SISTEM BERKAS (pertemuan 1)

Posted by Jalan Semut on 11.25

Pengantar Sistem Berkas

Definisi Sistem Berkas.

A. Sistem adalah sekelompok elemen dan prosedur yang saling berhubungan dan saling bekerja sama dalam pencapaian suatu tujuan tertentu. 
Berkas adalah sekumpulan data (informasi) yang berhubungan yang diberi nama dan tersimpan di dalam media penyimpanan sekunder (secondary storage). 
Sistem Berkas adalah suatu metode pengolahan berkas di dalam secondary storage. Atau Suatu system untuk mengetahui bagaimana cara menyimpan data dari file tertentu dan organisasi file yang digunakan.
  • Berkas merepresentasikan program(baik source maupun bentuk objek) dan data.
  • Data dari berkas dapat bersifat numerik, alfabetik, alfanumerik, ataupun biner.
  • Ukuran data di komputer dari kecil ke besar untuk membentuk sebuah berkas/file adalah bit, byte, field, record, dan file.
B. Karakteristik
Umum
  • Tahan lama (Persistence) yaitu kemampuan untuk dapat diakses dimasa datang
  • Dapat digunakan bersama (Sharability) oleh banyak pemakai
  • Memiliki ukuran (Size) yang relatif lebih besar dari ukuran memory utama.
Khusus
  • Dapat diciptakan dan dihapus
  • Mempunyai nama unik

Secondary Storage

Bersifat non-volatile (informasi yang tersimpan di dalamnya tak akan hilang meski tiada arus listrik)
Terdapat 3 tipe yang banyak dikenal, yaitu :
  1. Berbentuk disc
    • Magnetic disc : harddisk, floppy disk (disket)Optical disc : CD, DVD
  2. Berbentuk card USB drive,
    • Multimedia Card (MMC), SDCard
  3. Berbentuk tape (pita magnetis)
    • Kaset, Tape Cartridge
C. Atribut Berkas
Sebuah berkas berisi aliran data (atau data stream) yang berisi sekumpulan data yang saling berkaitan serta atribut berkas (yang bersifat wajib atau opsional), yang kadang-kadang disebut properties yang berisi informasi yang berkaitan dengan berkas yang bersangkutan. Informasi mengenai kapan sebuah berkas dibuat adalah contoh dari atribut berkas.
  • Nama : Merupakan informasi satu-satunya yang disimpan dalam format yang dapat dibaca oleh pengguna
  • Identifier (Pengenal) : Tanda unik yang biasanya merupakan sebuah ekstensi
  • Jenis (Type) : Informasi yang medukung bermacam-macam tipe berkas yang berbeda
  • Lokasi : Penunjuk pada sebuah device lokasi file pada device tersebut
  • Ukuran : Ukuran dari sebuah file (dalam bytes, words, atau blocks)
  • Proteksi : Menentukan siapa yang dapat melakukan read, write, execute, dan lainnya
  • Waktu, tanggal dan identifikasi pengguna : Untuk pembuatan file, modifikasi terakhir, dan penggunaan terakhir
D. Nama Berkas
  • Aturan Penamaan Berkas pada MS-DOS
    1. Maksimal terdiri dari 8 huruf ditambah maksimal 3 huruf untuk ekstensi
    2. Tidak boleh mengandung spasi\
    3. Tidak boleh mengandung huruf-huruf khusus yang dipakai oleh sistem, seperti : \ * ? + : dll
  • Aturan pada Windows
    1. Maksimal terdiri dari 255 huruf termasuk ekstensi
    2. Boleh mengandung spasi
    3. Tidak boleh mengandung huruf-huruf khusus
E. Ekstensi Berkas
  • Pengertian : Penandaan jenis berkas lewat nama berkas
  • Ekstensi biasanya ditulis setelah nama berkas dipisahkan dengan sebuah tanda titik
  • Pada sistem yang lama (MS-DOS) ekstensi hanya diperbolehkan maksimal 3 huruf, contohnya : exe, bat, com, txt
  • Batasan itu dihilangkan pada sistem yang lebih baru (Windows), contohnya : mpeg, java
  • Pada UNIX bahkan dikenal ada file yang memiliki lebih dari satu ekstensi, contohnya : tar.Z, tar.gz

Copyright © 2009 Jalan Semut All rights reserved. Theme by Laptop Geek. | Bloggerized by FalconHive.